Teknologi Pertelevisian Digital

saat ini, kita berada pada era perkembangan teknologi yang semakin pesat. betapa banyaknya pesaing-pesaing global yang sudah mulai “unjuk gigi” untuk menampilkan banyak penemuan-penemuan barunya terkait teknologi, tak luput pula macamnya sebuah televisi yang saat ini menjadi pelengkap digital multimedia yang banyak digemari dan dicari banyak orang.

tak hanya berfungsi sebagai alat tontonan saja, tapi televisi dalam perangkat dan desain yang mendukungnya juga turut serta mewarnai inovasi perusahaan teknologi dunia.

Dewasa ini perkembangan televisi telah menjejaki tingkatnya hingga muncul inovasi yang disebut televisi digital atau DTV,  jenis televisi yang memakai modulasi digital dan sistem kompresi dengan fungsi menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistemsiaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer. Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.

Dibandingkan negara-negara lain di belahan dunia, Indonesia relatif ketinggalan dalam implementasi televisi digital. Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 lalu untuk kota Berlin dan 2005 untuk Munich. Di Inggris, akhir tahun 2005 dilakukan percobaan untuk mematikan beberapa siaran analog. Hal ini untuk memastikan bahwa pematian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012 agar masyarakat dan industri penyiaran setempat tidak terkejut. Sementara Jepang merencanakan era digital pada 24 Juli 2011. Di Amerika Serikat, tanggal 17 Februari 2009 sebagai hari selamat tinggal bagi TV Analog. Tahun 2010, Prancis juga akan menerapkan hal yang sama. Sementara Belanda dan Italia, saat ini sudah berada pada era digitalisasi penyiaran. Di Malaysia, penyiaran digital telah dimulai sejak tahun 1998 dan sekarang ini telah dinikmati oleh hampir dua juta rumah. Konon, mulai tahun 2009 negara tersebut berencana menghentikan siaran analog dan beralih seluruhnya ke sistem digital pada tahun 2015. Sementara di Singapura, televisi digital diluncurkan sejak tahun 2004 dan saat ini hampir dua ratus ribu rumah telah menikmatinya (http://grafistv.com).

Di Indonesia, mulai tahun 2007 lalu, pemerintah memusatkan perhatian agar siaran televisi digital dapat mulai dijalankan. Awal Februari 2007 pemerintah menggelar konsultasi publik untuk membicarakan rancangan peraturan menteri komunikasi dan informatika tentang penentuan standar penyiaran televisi digital terestrial. Sebelumnya, tim nasional yang ditunjuk pemerintah telah merekomendasikan migrasi sistem penyiaran analog ke digital dengan mengadopsi standar DVB-T (Digital Video Broadcasting) dari Eropa. Standar penyiaran lain yang dipertimbangkan adalah ATSC (Advanced Television System Committee) dari Amerika, ISDB (Integrated Services Digital Broadcasting) dari Jepang, dan DMB (Digital Mobile Broadcasting) dari Cina. Berdasarkan studi literatur, uji coba dan sumber pembanding lainnya serta melihat potensi pertumbuhan dan keadaan Indonesia, Tim Nasional merekomendasikan DVB-T sebagai standar penyiaran televisi digital terestrial yang dapat diterima oleh pesawat televisi tidak bergerak di Indonesia.

Kemudian pada tanggal 21 Maret 2007, Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri Nomor: 07/P/M.KOMINFO/3/2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak. Keputusan itu menetapkan standar DVB-T sebagai standar penyiaran televisi digital teresterial tidak bergerak di Indonesia. Selanjutnya pemerintah membentuk tiga kelompok kerja untuk menyiapkan pilot project televisi digital, yang terdiri dari (1) Working Group Regulasi Sistem Penyiaran Digital, (2) Working Group Master Plan Frekuensi Digital dan (3) Working Group Teknologi Peralatan.

Dalam publikasi Depkominfo tertanggal 25 Februari 2008, pemerintah akan menyelenggarakan uji coba televisi digital pada tahun 2008 yang diharapkan bermanfaat bagi segenap pemangku kepentingan yang terkait dengan televisi. Bagi penyelenggara siaran, diharapkan mereka akan menyiarkan program mereka secara digital. Di samping itu penyiaran digital akan memberi kesempatan kepada mereka terhadap peluang bisnis baru di bidang konten yang lebih kreatif, variatif dan menarik. Bagi institusi pemerintah, uji coba penyiaran digital akan mendukung penyusunan perencanaan master plan frekuensi digital dengan melakukan pengukuran kekuatan sinyal, interferensi antara analog dan digital, dan pengukuran parameter lainnya serta menyiapkan berbagai perangkat peraturan terkait dengan rencana implementasi siaran digital. Bagi industri elektronik dalam negeri, uji coba tersebut akan mendukung produksi set top box dan mengukur kinerjanya. Dan bagi masyarakat luas, uji coba tersebut untuk memperkenalkan siaran TV digital agar masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan analog(http://www.depkominfo.go.id).

Dalam perkembangannya, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 27/P/M.Kominfo/8/2008 tentang Uji Coba Lapangan Penyelenggaraan Siaran Televisi Digital; maka pada tanggal 13 Agustus 2008 dilakukan uji coba siaran di wilayah Jabodetabek. Uji coba tersebut melibatkan tiga instansi pengevaluasi, yakni Depkominfo, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) (http://www.suaramedia.com). Uji coba ini sekaligus menandai migrasi sistem penyiaran analog menuju sistem digital. Selama proses migrasi, Depkominfo merencanakan tiga tahap perubahan. Tahap pertama dimulai tahun 2008 hingga 2012, yang meliputi tahap uji coba berupa penghentian izin lisensi baru untuk TV analog setelah beroperasinya penyelenggara infrastruktur TV digital. Pada tahap ini juga direncanakan mulainya lisensi baru untuk penyelenggara infrastruktur TV digital, pemetaan lokasi dimulainya siaran digital dan dihentikannya siaran analog. Industri elektronik dalam negeri juga didorong untuk penyediaan peralatan penerima TV digital.

Selanjutya, tahap kedua ditargetkan dimulai pada tahun 2013 hingga 2017 dengan sejumlah kegiatan yang meliputi penghentian siaran TV analog di kota-kota besar dilanjutkan dengan daerah regional lain. Targetnya, pada tahap ini berlangsung intensifikasi penerbitan izin bagi operator yang awalnya beroperasi analog ke digital. Sedangkan tahap ketiga sebagai tahap terakhir merupakan periode dimana seluruh siaran TV analog dihentikan, siaran TV digital beroperasi penuh pada band IV dan V, serta kanal 49 ke atas digunakan untuk sistem telekomunikasi nirkabel masa depan(http://www.suaramedia.com).

Secara teknis, televisi digital memberikan sejumlah keuntungan bagi penggunanya. Televisi digital memungkinkan tersedianya layanan siaran tambahan yang bersifat interaktif seperti halnya internet. Kualitas audiovisual yang lebih baik bagaimanapun, menjadi keunggulan televisi ini, sehingga penonton dapat menikmati layar kaca seperti laiknya layar lebar. Penggabungan televisi dan internet juga akan membuka kemungkinan untuk pelayanan-pelayanan baru, seperti: penyediaan link antara program dokumenter dengan ensiklopedia online; akses kepada arsip digital untuk memperoleh informasi-informasi tambahan bagi program-program berita dan current affairs; membuat link antara program drama atau komedi dengan situs-situs internet yang dibuat oleh para penggemar (fans) program-program tersebut. Dimungkinkan pula streaming video yang lazim di dunia internet, termasuk film on demand dan siaran langsung melalui internet (Hastjarjo, 2007). Di samping itu, sistem digital memungkinkan diversifikasi saluran sehingga menjadi saluran multikanal. Konon, satu kanal analog dapat dipecah dan diisi oleh 4-6 saluran televisi digital.

Efek Multiple Exposures dengan Adobe Photoshop

Pada kesempatan pertama ini saya ingin mencoba memposting sebuah tutorial edit efek image yang sangat menarik.

Hanya dengan trik sederhana kita bisa membuat efek multiple exposure menggunakan Photoshop. Yaitu memberikan efek perbedaan warna dan cahaya pada bayangan foto potret kita. Jika foto potret yang akan kita edit memiliki background, kita bisa menghilangkannya menggunakan tool seleksi kemudian kita gunakan layer mask. Untuk mengatur perbedaan warna, kita bisa menggunakan gradient map atau jika ingin lebih mudah bisa menggunakan Hue/Saturation. Curves digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan cahaya. Untuk menerapkan hue/saturation dan curves, sebaiknya digunakan adjustment layer sehingga tidak merusak foto kita. Langkah selanjutnya adalah membuat ketiga layer menjadi satu group, kemudian menggandakan grup tersebut. Setiap grup kita atur nilai hue/saturation masing-masing agar diperoleh warna yang berbeda-beda. Jika ingin cara lebih mudah, anda bisa mencoba efek color bars secara online dengan Lunapic.

Gambar1-MM

1. Buka Foto anda.

Gambar2-MM

Gambar: Buka Foto.

Setelah membuka aplikasi Photoshop, pilih menu File>Open. Pada kotak dialog Open, klik file foto anda kemudian klik tombol Open.
Sambil menekan tombol Alt, double klik layer background agar kita bisa mengeditnya. Nama background otomatis berubah menjadi Layer 0. Sumber foto untuk tutorial Photoshop ini diambil dari Microsoft Office Image

2. Seleksi Foto.

Gambar3-MM

Gambar: Seleksi background.

Foto contoh tutorial ini kita hanya memerlukan foto wanita dan akan membuang background foto. Kita akan membuangnya dengan melakukan seleksi.

Klik icon Quick Selection Tool, kemudian klik dan drag di bagian background foto. Untuk menghapus seleksi yang tidak kita inginkan klik di bagian tersebut sambil menekan tombol Alt. Silahkan atur ukuran brush untuk menjangkau bagian-bagian yang sempit. Untuk memperbesar ukuran brush, tekan tombol kurung buka ] dan kurung tutup [ untuk memperkecilnya.

3. Inversi Seleksi.

Gambar4-MM

Gambar: Inversi Seleksi.

Lakukan inversi hasil seleksi kita dengan memilih menu Select>Inverse.

4. Buat Layer Mask

Gambar5-MM

Gambar: Buat Layer Mask.

Kita akan menggunakan layer mask untuk menghilangkan background gambar, jadi tidak perlu menghapusnya. Dengan posisi gambar masih terseleksi, klik icon Add Layer Mask yang terletak di bagian bawah layer palette. Bagian background foto sekarang sudah hilang.

5. Tambahkan Hue/Saturation.

Gambar6-MM

Gambar: Kotak dialog Hue saturation.

Gambar7-MM

 

Gambar: Hue/Saturation.

Pilih menu Layer>New Adjustment Layer>Hue/Saturation. Pada kotak dialog New Layer, klik tombol OK. Geser slider Saturation ke posisi -100 agar didapat foto hitam putih.

6. Tambahkan Curves.

Gambar8-MM

Gambar: Curves adjustment dialog.

Gambar9-MM

Gambar: Curves adjustment layer.

Untuk mengatur tingkat kecerahan foto kita akan menambahkan Curves adjustment layer. Pilih menuLayer>New Adjustment Layer>Curves. Pada kotak dialog new layer yang muncul, klik tombol OK. Selanjutnya silahkan atur kurva dengan mengklik kemudian mendrag sehingga diperoleh kecerahan warna foto yang anda inginkan.

7. Kelompokan semua layer menjadi satu grup.

Gambar10-MM

Gambar: Grup Layer.

Kita telah membentuk tiga layer yaitu layer foto, Hue Saturation dan Curves. Untuk mempermudah duplikasi layer, kita akan membuat ketiga layer yang sudah terbentuk menjadi satu grup. Sambil menekan tombol Ctrl, klik pada ketiga layer kemudian tekan tombol Ctrl+G. Secara default akan terbentuk grup dengan nama Group 1.

8. Geser Gambar ke kiri.

Gambar11-MM

Gambar: Geser ke kiri dan ubah blend mode jadi multiply.

Klik icon Move Tool pada Tool Panel, kemudian klik dan drag gambar ke pojok kiri. Ubah blend mode Group 1 menjadi Multiply.

9. Ubah ukuran canvas jika terlalu sempit.

Jika lebar foto terlalu sempit ubah ukuran canvas dengan memilih menu Image>Canvas Size. Isikan kolom width yang anda inginkan kemudian klik tombol OK.

10. Gandakan Group.

Gambar12-MM

Gambar: Gandakan Group.

Gandakan Group 1 dengan menekan tombol Ctrl+J. Secara default terbentuk group baru dengan nama Group 1 copy.

Klik pada panah di sebelah kiri nama Goup 1 copy untuk membuka semua layer pada Group tersebut. Kemudian double klik pada icon layer Hue/Saturation untuk mengedit hue saturation. Centang checkbox Colorize dan ubah nilai Saturation ke nilai 26 untuk memberikan warna merah dan Lightness ke nilai 40.

Klik icon Move Tool pada Tool Panel kemudian klik dan drag gambar sedikit ke kanan.

Lakukan langkah ini dengan menggandakan Group hingga terbentuk empat group layer. Untuk Group copy 2, atur saturation menjadi 45. Sedang group copy 3 atur nilai Saturation menjadi 60. Dengan demikian didapat efek exposure dengan warna ke arah kanan semakin merah.

11. Buat layer Kosong untuk latar.

Gambar13-MM

Gambar: Buat layer untuk background.

Langkah terakhir membuat layer untuk warna background. Klik icon Create new layer yang terletak di bagian bawah layer panel kemudian drag ke posisi terbawah. Tekan tombol D untuk mereset warna foreground dan background ke default. Kemudian tekan tombol Ctrl+backspace untuk mengisinya tersebut dengan warna background yaitu putih. Selesai sudah efek multiple exposure kita. Lihat juga tutorial cara membuat bayangan orang di Photoshop.  Berikut ini hasilnya:

Gambar14-MM

Gambar: Efek Multiple Exposure.

12. Save Project.

Simpan project anda dengan pilihan menu File>Save. Beri nama kemudian klik tombol Save. Selamat mencoba.

 

Selamat Menulis

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi – http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  –  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html